
jadi, udah beberapa hari ini (ato minggu ya?) saya mencari-cari novel berjudul “Galaksi Kinanthi”. abis baca cerita pendeknya mas tasaro (pengarang novelnya) yang berjudul Perempuan, saya langsung googling soal mas tasaro ini dan ketemulah informasi soal novel ini. begitu baca quote-quote dari novelnya (saya lihat ada yang meresensi) saya langsung jatuh suka dan setelah itu saya langsung berkeliling ke segala toko buku buat menemukannya.
di toko buku pertama sebenernya saya udah nemu sih, tapi karena tinggal satu-satunya dan bukunya udah ga bersampul plastik lagi saya jadi agak malas membelinya. ngerti sih, kalo yang penting itu sebenernya isinya, tapi si perfeksionis di dalam diri saya susah terima. T_T saya maunya ’sempurna’, menurut versi saya. jadi ya saya urungkan niat buat membelinya dan mencari ke toko buku lainnya. (..btw kenapa bahasa saya jadi agak.. lain ya? efek abis baca novel kah? ah sudahlah.)
ternyata, susah banget nemunya. udah ngunjungin sekian (lima, enam, ato tujuh, saya lupa pastinya) toko buku saya masih juga belum ketemu. agak nyesel juga jadinya kenapa waktu nemu pertama kali itu ga saya beli aja, tapi entah kenapa saya yakin bakal nemu yang kondisinya jauh lebih baik jadi saya pun puas belinya. waktu hampir nyerah nyarinya, seorang baik hati di twitter bernama @edutria, ngasih tau saya kalo dia liat ada Galaksi Kinanthi di gramed plangi. ya sudah saya cari ke sana deh dan.. ketemu! udah kaya nemu harta karun aja rasanya. :))
abis maghrib tadi saya mulai baca bukunya dan sejak membuka halaman pertama saya beneran ga bisa berhenti baca. selesai beberapa saat sebelum saya nulis postingan ini. ga salah emang saya terobsesi sama novel ini. it met my expectation beautifully. saya suka sekali dengan gaya berceritanya mas tasaro ini, terlebih lagi dengan pemilihan kata dan pembentukan kalimatnya. ada banyak quote yang saya suka. misalnya:
“Kamu tahu apa yang paling menyakitkan saat perasaanmu begitu terikat kepada seseorang? Bukan karena kamu tak bisa menyatu dengan dia maka kamu akan merasa hidupmu begitu nestapa. Sesuatu yang lebih meluluhlantakkan hatimu adalah ketika seseorang yang menyandera kemampuanmu untuk memiliki itu tak lagi melibatkan namamu dalam hidupnya, tidak mengingat tanggal lahirmu, tidak mengucapkan apapun ketika datang tahun baru, bahkan tidak mengirimkan pesan basa-basi pada hari perayaan agamamu. Kamu tidak terlibat sama sekali dalam hidupnya. Bahkan sekedar untuk diingat.”
saya yang tak kenal cinta pun bisa membayangkan betapa sedihnya kalo itu beneran terjadi. tapi tetap saja, membayangkan tak sama dengan mengalami. pura-pura tahu pun ya hanya sebatas itu, pura-pura. tak benar-benar tahu.
ada satu quote lain yang juga sangat saya suka. membacanya membuat saya berkaca-kaca:
“Suatu saat, mencintai adalah memutar hari tanpa seseorang yang engkau cintai. Sebab, dengan atau tanpa seseorang yang kamu kasihi, hidup tetap harus dijalani.“
dan kembali, saya seolah bisa membayangkan bagaimana rasanya kalau itu terjadi. diam-diam saya berharap saya tidak perlu mengalaminya. ..tapi diam-diam saya pun merasa tak mengapa kalau saya harus benar-benar merasakannya.
saya akui saya memang suka sekali kisah roman (tapi saya ga suka Twilight entah kenapa, terlalu roman buat saya sepertinya), jadi mungkin hampir semua cerita dan film yang ada kisah cinta saya akan suka (tentunya bukan berarti asal kisah cinta saya pasti suka ya, i still have taste. a good taste.) tapi.. saya ga segitu percayanya sama konsep “love conquers all“.
..agak aneh sih memang.
mungkin karena saya dulu begitu percaya tapi kemudian saya ga merasa bahwa itu cuma cerita dan bukan sesuatu yang nyata. mungkin juga karena saya tak sabar ingin melihat seberapa menarik kisah cinta saya tapi ketika cerita itu tak kunjung mulai saya pun mulai merasa lelah menunggu dan menjadi skeptis dan kecewa.
entahlah.
tapi yang jelas sehabis saya membaca novel ini, saya dibuat kembali percaya bahwa mungkin saja cinta itu memang sebegitu kuatnya. dan mungkin tidak ada salahnya saya kembali bersabar, menunggu, mencari, atau apapun namanya. dan mungkin, saat nanti saya menulis kisah cinta saya di sini (yang entah kapan mulainya, doakan saja secepatnya. haha.), dan saya melihat tulisan ini, saya akan merasa sangat bersyukur karena saya tidak berhenti percaya. mungkin. kita lihat saja. :)
“Sama denganmu, bagiku, Galaksi Cinta tidak akan pernah tiada. Ketika malam tak terlalu purnama, lalu kausaksikan bintang-bintang membentuk rasi menurut keinginan-Nya, cari aku di Galaksi Cinta. Aku akan tetap ada di sana.”